Mengapa Doa tidak terkabul ? Baca ini ! | SUNARTA




CERITA 1 :  mengapa doa tak dikabulkan :)

     Ada seseorang yang rajin berdoa, minta sesuatu sama Allah. Orangnya sholeh. Ibadahnya baik. Tapi doa tak kunjung terkabul. Sebulan menunggu masih belum terkabul juga. Tetap dia berdoa. Tiga bulan juga belum. Tetap dia berdoa. Hingga hampir satu tahun doa yang ia panjatkan, belum terkabul juga. Dia melihat teman kantornya. Orangnya biasa saja. Tak istimewa. Sholat masih bolong-bolong.

Kelakuannya juga sering nggak beres, sering tipu-tipu, bohong sana-sini. Tapi anehnya, apa yang dia doain, semuanya dipenuhi. Orang sholeh ini pun heran. Akhirnya, dia pun dateng ke seorang ustadz. Ceritalah dia permasalahan yang sedang dihadapi. Tentang doanya yang sulit terkabul padahal dia taat, sedangkan temannya yang bandel, malah dapat apa yang dia inginkan.

Tersenyumlah ustadz ini. Bertanyalah si ustadz ke orang ini. Kalau Anda lagi duduk di warung, kemudian datang pengamen, tampilannya urakan, maen musiknya gak bener, suaranya fals, bagaimana? Orang sholeh tadi menjawab, segera saya kasih pak ustadz, gak nahan ngeliat dan ndengerin dia lama-lama di situ, sambil nyanyi pula.

Kalau pengamennya yang dateng rapi, main musiknya enak, suaranya empuk, bawain lagu yang kamu suka, bagaimana? Wah, kalo gitu, saya dengerin ustadz. Saya biarin dia nyanyi sampai habis. Lama pun nggak masalah. Kalau perlu saya suruh nyanyi lagi. Nyanyi sampai sealbum pun saya rela. Kalau pengamen tadi saya kasih 500, yang ini 10.000 juga berani, ustadz.

Pak ustadz pun tersenyum. begitulah nak. Allah ketika melihat engkau, yang sholeh, datang menghadap-Nya, Allah betah ndengerin doamu. Melihat kamu. Dan Allah pengen sering ketemu kamu dalam waktu yang lama. Buat Allah, ngasih apa yang kamu mau itu gampang betul. Tapi Dia pengen nahan kamu biar khusyuk, biar deket sama Dia. Coba bayangin, kalo doamu cepet dikabulin, apa kamu bakal sedeket ini? Dan di penghujung nanti, apa yang kamu dapatkan kemungkinan besar jauh lebih besar dari apa yang kamu minta.



Beda sama temenmu itu. Allah gak mau kayaknya, dia deket-deket sama Allah. Udah dibiarin biar bergelimang dosa aja dia ini. Makanya Allah buru-buru kasih aja. Udah. Jatahnya ya segitu doang. Gak nambah lagi.

Dan yakinlah, kata pak ustadz, kalaupun apa yang kamu minta ternyata gak Allah kasih sampai akhir hidupmu, masih ada akhirat, nak. Sebaik-baik pembalasan adalah jatah surga buat kita. Nggak bakal ngerasa kurang kita di situ.

Tersadarlah orang tadi. Ia pun beristighfar, sudah berprasangka buruk kepada Allah. Padahal Allah betul-betul amat menyayanginya.

CERITA 2 : Doaku ya Doaku :)

Barusan tadi sehabis shalat Jum'at, saya menyapa seorang teman sekantor. Kebetulan istrinya baru saja melahirkan anaknya yang ke-7. Wow... luar biasa kan!

Hmm... luar biasa gak sih?! Kok gak kaget?
OK deh. Bukan itu masalahnya.

Teman baik ini mengajak saya mampir sejenak di kedai roti bakar. Dia pesan 2 porsi. Wah, ditraktir ceritanya. Hmm... ada apa nih tumben... ^_^

Sambil menunggu pesanan dia menceritakan sesuatu yang ajaib pada saya. Sehari menjelang kelahiran istrinya dia hanya punya uang di kantong Rp. 170.000,-. Tidak lebih dan tidak kurang. Sedangkan menurut informasi tetangganya, biaya melahirkan di bidan bisa menghabiskan dana 1,5 juta rupiah.

Seharian dia bekerja keras habis2an. Namun apalah yang didapat dalam waktu sehari. Tak sepeser pun uang tanbahan didapatnya.

Akhirnya tibalah waktu yang telah dinantikan. Sang istri pun tengah berjuang untuk melahirkan sang bayi ke dunia. Di ruang tunggu, dalam hati ia pun tak henti-hentinya berdoa untuk keselamatan istri dan buah hatinya.

Tiba-tiba bidan keluar dan berbisik, "Pak, plasenta istri bapak nempel di rahim. Bayi dah keluar tapi plasentanya nyangkut. Istri bapak harus dilarikan ke rumah sakit."

Bagai disambar petir di siang hari. Kekalutan sempat menghinggapi pikirannya. Sang bidan pun menangkap sinyal kegelisahan sang suami tersebut. Lalu berkata lagi, "Pak, saya minta doa bapak ya. Saya akan berusaha mengeluarkannya dengan izin ALLAH melalui perantara doa bapak."

"Iya Bu. Makasih banyak.", sahut suami yang tawadhu ini.

Bidan pun kembali ke ruangannya. Dan, teman saya terduduk berdoa penuh penghayatan. Menyerahkan segala urusan pada Sang Pemberi Kehidupan.

Alhamdulillah. Tak berapa lama bidan pun memberi-tahu teman saya bahwa anaknya telah lahir denga selamat beserta istrinya. Lega rasanya, serasa dunia begitu terang benderang.

Tapi, ujian belum selesai. Dia mesti menuntaskan biaya administrasinya. Bidan memberikan kwitansi senilai Rp. 800.000,-. Teman saya pun riang sebab sebelumnya diperkirakan 1,25 juta. Namun tetap saja uang di kantong hanya ada Rp. 170.000,-. Dia pun minta waktu 1 minggu untuk melunasinya atau jika ada rezeki hari esok juga dah dilunasin. Bidan pun dengan ramah memakluminya. Akhirnya mereka pun pulang ke rumah.

Setelah semalaman menjaga istri dan bayinya. Sehabis shalat shubuh, si suami ini pun mandi dan minta izin pada istrinya untuk menyendiri di kamar, dan jangan sampai diganggu. Dia hendak bermunajat pada ALLAH. Memohon bantuannya agar dipermudah dalam urusan administrasi kelahiran.

Dia pun berdoa dengan sungguh pada Allah Yang Maha Kaya. Tersungkur menangis dalam sujudnya. Menumpahkan segala keluh kesahnya pada Tuhannya. Tersadar ia dalam sujudnya oleh suara adzan dhuhur dari masjid. Ia pun keluar kamar. Shalat jama'ah dimasjid. Di masjid pun tak lepas doanya.

Ba'da dhuhur, datanglah seorang kawan lamanya yang sudah 1 tahun tak bertemu. "Katanya istrinya melahirkan ya?", tanya sang kawan dengan wajah sumringah.

"Iya kawan. Istrinya lagi menyusui bayi di dalam. Kalo mo nengok, silahkan...".

"Ah, gak. Disini aja. Aku turut bahagia. Istriku gak bisa datang. Cuman aku ada amanat dari istriku untuk memberikan amplop ini kepadamu. Sebagai tanda terima kasih, kamu dulu telah menyadarkanku kembali ke jalan yang benar."

"Ah kau ini. Jangan dibicarakan lah. Makasih ya. Apaan nih kok berat."

"Buka saja di rumah. Aku permisi dulu. Masih banyak kerjaan. Assalamu'alaikum."

"Hei, kenapa buru-buru. Gak minum kopi dulu?"

"Hah, gak usahlah. Aku kan cuman mo nyerahin itu aja sambil nanya kabar. Ayo ah."

"Oh ya. 'alaikum salam."

Teman saya itu pun masuk ke rumah dan menyerahkan amplop besar besar pada istrinya. Setelah dibuka, mereka terkaget-kaget. Ternyata isinya uang sejumlah Rp. 1.800.000,-. Subhanallah...

Suami-istri itupun segera sujud syukur. Ternyata doanya langsung dikabulkan oleh ALLAH, melalui perantaraan kawn lamanya. Subhanallah... walhamdulillah...

Tak buang-buang waktu lagi, teman saya langsung menuju klinik bersalin tempat istrinya melahirkan. Dan membayar utang biaya administrasi bersalin pada bidan itu sejumlah Rp. 800.000,-. Uang masih tersisa 1 juta lagi. Dan, ini adalah rezeki si bayi yang dititipkan ALLAH pada keluarga sahabat saya ini.
___________________________________________________

Sahabatku sekalian...
Kisah nyata ini dituturkan sendiri oleh subjeknya langsung secara pribadi dengan saya. Dia dah kebelet pingin cerita peristiwa ajaib ini pada saya.

Perlu diketahui, teman saya ini mantan preman terminal yang insaf setelah bertemu berdiskusi dengan saya dan bapak saya. Kebetulan bapak saya adalah guru spiritual tasawuf yang telah banyak mengajarkan nilai-nilai kehidupan padanya.

Semoa cerita ini meng-inspirasi kita semua bahwa Tuhan pasti mengabulkan ham-Nya yang bermunajat, mohon ampun dan berdoa sepenuh hati kepada-Nya. Sesuai firman-Nya.

"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran." [Al-Baqarah, 186]

SUMBER
2 Komentar untuk "Mengapa Doa tidak terkabul ? Baca ini ! | SUNARTA"

Sebenarnya banyak penyebab do'a tidak terkabul ..
salah satu nya mungkin karna jiwa yang belum bersih ...

benar sekali O:) sangat banyak penyebab doa tidak terkabul itu. salah satunya sudah agan sebutin :) termakasih

Budayakan Komentar dan Saran yang baik :)

Back To Top