Inilah Mengapa WAJIB!! Nonton The Raid 2 : Brandal



Sudah bukan rahasia lagi, kalau sekuel dari film The Raid (2011) menjadi salah satu karya visual paling dinanti di tahun Kuda Kayu ini. Mengambil sub judul Berandal, The Raid 2 dijadwalkan tayang di Indonesia tanggal 28 Maret mendatang.
Selain mendapuk lebih banyak pemain top seperti Tio Pakusadewo, Roy Marten, Julie Estelle, dan Arifin Putra, film arahan Gareth Evans yang diproduksi Merantau Film serta XYZ Film ini juga menampilkan pemain-pemain beken dari Negara Matahari Terbit (Ken’ichi Endo dan Ryuhei Matsuda).
Tidak perlu panjang lebar lagi, berikut kami rangkum 6 alasan mengapa film yang menjadi Official Selection 2014 Sundance Film Festival ini layak MuviBlaste
r tonton :
1. MORE ACTION THAN BEFORE!

Bagi MuviBlaster penikmat film laga, dijamin akan terperangah menyaksikan adegan demi adegan tarung yang ditampilkan film ini. Banyak sekali efek kejutan tentang cara membunuh lawan, yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan hadir di sini, dan juga belum pernah dimunculkan di jilid 1.
Dan seperti dua film terdahulunya, Merantau Film banyak meng-endorse jurus silat dalam karya-karyanya. Kini, di instalasi The Raid kedua senjata tradisional khas para pesilat: karambit, digunakan sebagai salah satu elemen pertarungan, yang mana menurut kami adalah sebuah nilai plus.
Sebagai penambah greget, sang sutradara, Gareth Evans sengaja menampilkan adegan pertarungan jarak dekat (layaknya film The Raid 1) yang kali ini dilakukan dalam ruang jauh lebih sempit, seperti toilet penjara atau fight dalam mobil dengan angle kamera dari atas.
Kualitas aktor laga yang dipilih untuk bermain juga meningkat. Jika sebelumnya ada Joe Taslim, maka di jilid dua ini, Gareth mengajak dua petarung lain yang tak kalah hebat. Mereka adalah Cecep Arif Rahman (pemeran The Assassin) dan Very Tri Yulisman (pemain Baseball Bat Man) yang oleh para pelaku dunia seni beladiri, dikenal sebagai dua pesilat tulen yang karier tarungnya sudah tak perlu diragukan.
Cecep dikenal sebagai praktisi silat yang mengajar di Indonesia dan luar negeri  dan ia menguasai bermacam aliran silat seperti Pamacan, Panglipuran, Sera, Cimande, Cikalong, dan lainnya. Sedangkan Very adalah pesilat berbakat dari perguruan Tiga Berantai, yang awalnya direkrut hanya untuk melatih Julie Estelle belajar bertarung. Namun, karena chemistry di antara mereka begitu kuat saat latihan, Gareth memutuskan mengajak pemuda itu sebagai pemeran Baseball Bat Man. Dikisahkan, ia adalah pembunuh kejam, saudara kandung Hammer Girl, tokoh yang dimainkan Julie Estelle. Bedanya, jika Julie menghabisi musuh dengan palu, Very memakai tongkat baseball untuk membuat tengkorak lawan retak dan terbelah. WOW!
Berita lain yang menggembirakan, Yayan Ruhian, pemeran Mad Dog dalam The Raid 1 akan kembali berakting di sekuel ini. Lho, tapi bukankah karakter bandit itu tewas di film pertama? Lalu mengapa ia hidup kembali? Sedikit maksa? Mungkin. Tapi yang jelas, kali ini kami senang ia hadir dan tidak memerankan karakter sama yang `dihidupkan` lagi, namun berakting sebagai Prakoso, tokoh pembunuh bayaran yang memiliki jurus tarung tidak kalah mematikan.
Lagi pula, menonton Iko Uwais tanpa kehadiran Yayan, rasanya seperti makan sayur asam tanpa lauk andalan: ikan asin. Kurang nendang. Terlebih, karena memang sejak awal pembuatan film Merantau dan The Raid 1, duo pesilat itu sudah kerja bareng dan banyak menghasilkan koreografi silat spektakuler. Akting Yayan memang terasa `pas` dengan peran yang dimainkan Iko, sehingga jangan heran kalau ke depannya, instruktur martial art kelahiran Tasikmalaya itu akan muncul di film-film besutan Gareth selanjutnya.
2. A BUNCH OF GREAT ACTORS

Karena The Raid 1 sukses di pasaran (tidak hanya di Indonesia namun juga dunia), untuk jilid dua ini, Merantau Film mendapat suntikan dana besar dari berbagai pihak untuk mensukseskan karya mereka. Jika di jilid 1, mereka berkarya hanya dengan budget 1,100,000 dollar AS, kini dengan dana lebih besar mereka bisa merekrut banyak pemain top, baik dari dalam maupun luar negeri.
Dari Indonesia, beberapa nama tenar turut memperkaya khasanah pemain film ini. Mereka adalah Alex Abbad, Oka Antara, dan Marsya Timothy. Selain itu, untuk memperkuat karakter tokoh dunia hitam Jakarta, dipilih dua pemain watak yang karya-karyanya telah kita saksikan dalam film layar lebar populer sebelumnya.
Yang pertama adalah Tio Pakusadewo (pemeran bos mafia bernama Bangun), aktor gaek yang pernah bermain bagus di film Sang Martir, yang kebetulan juga sebagai bos penjahat. Peran Tio sebagai pria kaya yang hobi meniduri gadis belia dalam Virgin, juga patut diacungi jempol. Dan jangan lupa, bagaimana ia dengan apik berperan sebagai orang Ambon bernama Matheo, di film Quickie Express garapan Dimas Djayadiningrat. Jam terbang Tio yang tinggi, tentunya akan membuat karakter Bangun tidak kalah menyeramkan, dari akting Ray Sahetapy sebagai bos bandit, Tama dalam The Raid 1.
Pemain watak kedua yang kami jagokan adalah Arifin Putra. Meski sebelumnya ia hanya dikenal sebagai pemain sinetron yang sering kebagian peran anak manis, namun mata kita ia buat terbelalak saat anak muda kelahiran 1987 dan menguasai empat bahasa itu, mampu bermain bagus sebagai pembunuh psikopat dalam Rumah Dara di 2010. Kami yakin, akting Arifin yang tidak standar itu akan memberi warna tersendiri, terlebih kali ini ia kebagian peran sebagai Ucok, anak bos mafia yang ambisius dan berdarah dingin.
Selain mereka berdua, pemain watak lain yang memperkuat The Raid 2 adalah aktor senior Roy Marten dan Cok simbara, yang telah malang-melintang di dunia akting lokal. Sebuah line-up yang menjanjikan, dan membuat kita tak sabar untuk menyaksikan.
3. HIGHER RATING FROM IMDb

Jika MuviBlaster terkesima dengan fighting scene yang disuguhkan di jilid 1, maka bersiaplah kembali terpukau karena sang sutradara menjanjikan lebih banyak adegan bunuh-membunuh menegangkan di sekuel ini. Saking bagusnya film ini, IMDb situs film yang menjadi referensi pecinta film di seluruh dunia, menyematkan rating 8,7 (nyaris 9), 1.1 poin lebih tinggi dari jilid satunya yang mendapat rating 7.6
Plot The Raid 2 sendiri dimulai  2 jam setelah adegan di film pertamanya berakhir. Kini nyawa Rama, polisi pasukan khusus yang menyerbu sarang bandit terancam, karena Reza, petinggi polisi yang korupsi khawatir, rahasianya akan terbongkar. Maka untuk menyelamatkan diri, Rama bergabung ke dalam divisi undercover polisi pimpinan Bunawar (Cok Simbara).
Untuk membersihkan Jakarta dari dua mafia besar yang menguasai ibukota, Rama pun terpaksa ditangkap dan dijebloskan penjara. Misinya hanya satu, mendekati Ucok, putra mahkota bos mafia yang sedang menginap di hotel prodeo. Dari Ucok, perlahan namun pasti, Rama masuk ke jaringan mafia yang dipimpin Bangun yang sedang berebut kue kekuasaan dengan Goto (Ken’ichi Endo), bos begundal asal Jepang yang ingin menguasai dunia gelap ibukota.
4.  MASSIVE EXPLOSIONS & CAR CRASHES

Berbeda dengan jilid satu yang lebih banyak mengumbar desing peluru dan suara golok berdenting, dalam The Raid 2, Gareth menambahkan banyak aksi tabrakan mobil. Bahkan di film ini, pihak rumah produksi  menampilkan 10 sedan untuk dihancurkan. Sajian baru memang sengaja disuguhkan sang movie maker agar instalasi lanjutan ini terlihat berbeda.
Namun Ario Sagantoro, produser film ini menjelaskan, layaknya film action lain yang menampilkan adegan pertarungan di dalam mobil yang sedang berkejaran, itu bukan pekerjaan mudah. Ini adalah pengambilan gambar yang sulit dan berbahaya dengan taruhan nyawa. Oleh karena itu, untuk mengamankan jalannya syuting, disewalah jasa Bruce Law, seorang car stunt coordinator yang khusus didatangkan dari Hong Kong untuk membidani scene kejar-kejaran mobil yang dilakukan di Jakarta, tepatnya, di kawasan SCBD dan terminal Blok M.
5. PROMISING SET LOCATION

The Raid 2 : Berandal mengisahkan Rama yang harus menyamar dan masuk ke dalam penjara, guna mendekati anak bos mafia yang sedang dikurung (plot ini mengingatkan kami pada jalan cerita film Face Off)  maka dipilihlah sebuah lokasi bangunan tua di wilayah Gombong. Dan oleh para kru, lokasi ini disulap menjadi penjara yang memiliki layout layaknya bangunan Pentagon, atau lebih tepatnya mirip Collosseum tempat para gladiator bertarung. Awesome!
6. PRETTY ASSASSIN WITH A HAMMER

Hal lain yang layak mendapat perhatian di jilid kedua ini adalah kehadiran aktris cantik Julie Estelle yang berperan sebagai pembunuh sadis, yang kemana-mana membawa palu sebagai senjata mencabut nyawa. Kehadirannya sebagai Hammer Girl bak angin sejuk di antara scene sadis lainnya yang sudah bertabur darah sejak film dimulai.
Jangan anggap remeh si Hammer Girl ini. Meski dari luar ia tampil layaknya gadis-gadis cantik pada umumnya, namun jika ada yang macam-macam, dalam hitungan detik palu-nya menancap keras di batok kepala! She ain’t just a pretty face!
Bukanlah hal mudah memainkan karakter ini karena Julie sendiri sebelumnya tidak memilikibackground bela diri. Sebaliknya, Julie kerap kali kebagian peran protagonis di film drama romantis. Namun, berbekal semangat kerja keras dan totalitas dalam berakting, ia rela menjalani latihan fisik dan belajar ilmu bela diri selama 6 bulan. Hasilnya? Sesuatu yang layak MuviBlaster saksikan sendiri dalam film ini.

Gareth juga menerangkan bahwa di jilid 2 ini, ia ingin menampilkan banyak hal yang berbeda dari The Raid 1. Ia bahkan memberi bocoran, di film ketiganya nanti, The Raid akan dikemas dalam gaya yang jauh lebih beda dari film pertama dan kedua. Ia ingin menjadikan trilogi The Raid sebagai karya visual yang membuka mata dunia, tentang konsep film laga yang berbeda.
Karena durasi jilid 2 ini lebih panjang 50 menit dari film awalnya (The Raid 1 hanya 100 menit), Gareth pun memiliki ruang lebih untuk menonjolkan kekuatan dari masing-masing karakter. Tidak seperti film pertama yang seolah tidak memberi kita kesempatan bernapas, karena demikian sesaknya scene pertarungan yang disajikan, di jilid 2 ini, Gareth mampu mengeksplor karakter Rama dengan jalan cerita yang lebih kompleks. Sesuatu yang akan menjadi modal besar bagi jalan cerita di jilid ketiganya nanti.
Oke stop Mr.Gareth! Please don’t give us too many spoiler for the third. We haven’t even seen the second one yet. We just can’t get enough …
Tag : INFORMASI
0 Komentar untuk "Inilah Mengapa WAJIB!! Nonton The Raid 2 : Brandal"

Budayakan Komentar dan Saran yang baik :)

Back To Top