Momentum Kebangkitan Nasional untuk Pemuda Madani



original edit by +Yudha Sunarta 


Oleh : Yudha Sunarta Suir

      Kita mengetahui bersama wahai pemuda Indonesia bahwa Seratus enam tahun yang lalu, tepat pada tanggal 20 Mei 1908, para Pemuda pejuang Indonesia di seluruh wilayah nusantara ini, menyatukan tekad dan bangkit dari keterpurukan bangsa Indonesia yang terjajah, yang hidup dalam penderitaan dan kebodohan akibat kolonialisme Belanda selama ratusan tahun yang mengakibatkan bangsa Indonesia hidup dalam kemiskinan,keprihatinan,keterbelakangan dan dikte dari Belanda saja.

     Perjuangan pemuda Indonesia yang menyatukan tekad tersebut diperingati setiap tahun sebagai hari Kebangkitan Nasional. Kebangkitan nasional berawal dari organisasi pemuda yang bernama Boedi Oetomo, yang didirikan 20 Mei 1908. Lahirnya Boedi Oetomo mendorong munculnya perkumpulan-perkumpulan dan pergerakan pemuda baik dijawa maupun di luar pulau jawa itu sendiri yaitu, antara lain Young Sumatra, Young Java, Young Batak, Young Ambon dan Young Selebes.

     Lalu, Tekad para pemuda untuk bersatu itu, diikrarkan dalam Kongres Nasional Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 dalam bentuk Sumpah Pemuda, yang dimana isinya mereka mengakui bahwa bertumpah darah satu, yaitu tanah Indonesia. berbangsa satu, yaitu bangsa Indonesia. dan berbahasa satu, yaitu bahasa Indonesia.

     Pemuda Indonesia yang baik hatinya. Berbicara mengenai latar belakang sejarah ditetapkannya 20 Mei 1908 sebagai penanda kebangkitan nasional itu tentu menarik untuk kita simak bersama. Berbagai informasi tersebut dapat dengan luas kita akses di media internet dengan berbagai pandangan yang tentu saja tidak mengikuti pola sejarah mainstream yang dibangun oleh rezim dan antek. Meski demikian informasi yang berkaitan dengan sejarah kebangkitan nasional ini semestinya dikaji dan ditelusuri lebih jauh oleh pemuda-pemuda Indonesia. Karena Bagaimanapun kebiasaan buruk pemuda bangsa ini yang kerap acuh dan melupakan sejarah dan lebih suka merayakan meriah gegap gempitanya seremoni pesta dan sebuah pola modern yang harus mereka ikuti.

     Pertanyaan yang muncul di benak penulis pertama kali ialah, Bagaimana Pemuda memaknai Kebangkitan Nasional ini? Tentu kita sebagai Pemuda harus tetap semangat membangun Nasionalisme agar menjadi bangsa yang maju, berdaya saing Tinggi, Bermartabat, Mandiri, dan menjadi Negara yang Sejahtera.  Dengan semangat kebangkitan nasional ini marilah kita bahu membahu sebagai Pemuda Bangsa, dan bersatu bekerja demi kemajuan dan martabat bangsa.  Mari wahai Pemuda gelorakan semangat Nasionalisme melalui 4 (empat) Pilar Utama Kebangsaan Republik Indonesia yaitu Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhineka Tunggal Ika.

     Permasalahan Utama yang menyilimuti Generasi Muda saat ini adalah masalah sosialita yang mengakibatkan kehancuran. Perkelahian antar kampung, tawuran antar pelajar dan antar lorong atau gang yang umumnya dipicu oleh kenakalan remaja dan miras, sehingga ada yang terluka, dan kemudian dirawat di RS bahkan ada yang sampai ke liang kubur sekalipun. semuanya itu menunjukan bahwa kita Pemuda sebagai generasi muda Bangsa belum mampu bangkit dalam beberapa aspek kehidupan seperti kedewasaan mental, makna kesetiakawanan sosial, kearifan lokal,perbedaan asal muasal dan sejumlah aspek kehidupan lainnya yang mendukung tercapainya kemajuan bersama sebagai anak bangsa.

     Pastilah barang tentu yang terlintas di benak kita para Pemuda ialah apa yang seharusnya kita sebagai Pemuda bangkitkan ? Jawabanya jelas bahwa di Zaman modern ini kita tidak perlu angkat senjata dan berperang seperti Pemuda zaman penjajahan, tetapi yang harus kita lakukan untuk kebangkitan adalah : 
  • Pertama, Pemuda memelihara dan menjaga rasa kebangsaan agar Bhinneka Tunggal Ika tidak hanya sekedar semboyan dan menjadi slogan tanpa makna, tetapi benar-benar diresapi dan dijiwai perilaku setiap generasi muda. 
  • Kedua, Generasi Muda hendaknya mengobarkan semangat nasionalisme tanpa pamrih itu. 
  • Ketiga, Pemuda Indonesia Wajib menjunjung tinggi rasa Persatuan dan Kesatuan sesama anak bangsa. tidak mempertentangkan dan mempermasalahkan perbedaan Ras, Suku, Bahasa, dan Agama. Karena bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke adalah satu. Satu Indonesia.

     Memaknai kebangkitan nasional semata-mata bukan hanya sekedar mengingat dan merayakan seremonial pada setiap tanggal 20 Mei belaka. Namun Sebagai Pemuda Bangsa kita harus membangkitkan kembali semangat nasionalisme, Kito kasadoalahanyo Badunsanak dan kepedulian terhadap masalah-masalah yang mempertentangkan perbedaan di negeri ini.

     Jika kita sebagai generasi muda tidak bisa memaknai hari kebangkitan nasional ini dengan berusaha menjadi lebih baik, maka kualitas kehidupan berbangsa dan bernegara akan semakin terpuruk. Ini artinya, titik tolak dan pesan para Pemuda pejuang untuk bangkit dari kebodohan, kemiskinan dan keterbelakangan di bidang lainnya tidak akan tercapai dengan semestinya.

     Sebaiknya Peringatan hari kebangkitan nasional setiap tahun hendaknya tidak hanya merupakan kegiatan seremonial belaka atau hanya sekedar mengingat jasa para pemuda pejuang di masa lalu. Tetapi yang utama pemuda Indonesia harus bangkit sebagaimana yang dilakukan pemuda-pemuda pejuang dahulu, yang memiliki andil besar membangkitkan rasa nasionalisme dan patriotisme

     Sehingga kita sebagai Pemuda penerus Bangsa bisa menjadi Pemuda Madani yaitu Pemuda yang saling Bergotong Royong, Rukun, Aman, Nyaman dan Sejahtera. Pemuda yang hidup dengan perilaku yang sopan santun.
Yudha Sunarta Suir


     Event Pekan Informasi Nasional kembali digelar. Provinsi Sumatera Barat mendapat kepercayaan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia untuk berindak sebagai tuan rumah dalam penyelenggaraan Pekan Informasi Nasional (PIN) ke-6.

     PIN yang pada tahun sebelumnya diselenggarakan di kota Medan Sumatera Utara ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, apresiasi masyarakat dan pemberdayaan masyarakat terhadap perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Perkembangnya dunia ICT yang semakin pesat mau tidak mau memberikan semangat untuk ikut dalam percaturan nasional maupun global. Kita diminta untuk meningkatkan kompetensi diri dalam menerima setiap kemajuan teknologi dan informasi yang datang. Maka masyarakat utamanya generasi muda diminta peran sertanya untuk ikut dalam percaturan tersebut.

     Seiring dengan tujuan dan gambaran di atas dalam pelaksanaan PIN ke-6 yang akan dilaksanakan pada bulan Mei ini nantinya akan melibatkan Dinas-dinas, instansi atau lembaga terkait seperti pemerintah, lembaga non-pemerintah, swasta, komunitas maupun LSM dan tentunya juga peran serta masyarakat luas.

    Nantinya masyarakat akan bebas memilih kegiatan apa yang akan mereka saksikan atau ikuti. Di antara kegiatan tersebut adalah Festival pertunjukkan rakyat, pagelaran media tradisional, sarasehan, pertunra dan KIM, bidan aplikasi teknologi informasi (lomba blogger & animasi), bidang pameran teknologi informasi, postel dan penyiaran, bidang parade budaya nusantaradan marching band dsb.

     Kegiatan-kegiatan ini nantinya diharapkan dapat meningkatkan antusiasme warga terhadap PIN, menambah pengetahuan generasi muda akan dunia ICT serta menambah kepedulian masyarakat akan potensi sosial budaya yang mereka miliki.


Sumber:
1. Detik.com
2. Republika.co.id
3. m.kompasiana.com
4. Wikipedia.co.id
5. unila.ac.id
6. id.answers.yahoo.com
7. Kaskus.co.id


Tag : INDONESIAKU
0 Komentar untuk "Momentum Kebangkitan Nasional untuk Pemuda Madani"

Budayakan Komentar dan Saran yang baik :)

Back To Top