Tanggung Jawab Operator Bandar Udara





 Mungkin beberapa dari kalian nggak tahu soal tanggung jawab operator bandar udara terhadap kita yang memakai jasanya. Berdasarkan Pasal 240 ayat 1 UU No. 1 tahun 2009 tentang Penerbangan(UU Penerbangan), badan usaha bandar udara bertanggung jawab terhadap kerugian yang diderita oleh pengguna jasa bandar udara dan/atau pihak ketiga yang diakibatkan oleh pengoperasian bandar udara.

Penumpang sebenarnya bisa meminta tanggung jawab terhadap operator bandar udara apabila terjadi kerugian yang disebabkan oleh kesalahan atau kelalaian yang disebabkan oleh operator bandar udara. Hanya saja, belum ada gugatan dari penumpang terhadap operator bandar udara.

Selain penumpang, selaku pengguna jasa bandar udara, maskapai penerbangan juga dapat melayangkan gugatan apabila memang kecelakaan atau kelambatan penerbangan disebabkan oleh operator bandara yang lalai.

Sesungguhnya, bentuk tanggung jawab hukum yang harus dibebankan kepada operator bandar udara adalah tanggung jawab mutlak (strict liability). Dengan demikian, beban pembuktian akan beralih dari pengguna jasa bandar udara kepada operator bandar udara. Bentuk tanggung jawab mutlak ini perlu diatur segera dalam peraturan menteri sebagai peraturan pelaksana yang diamanatkan Pasal 242 UU Penerbangan tentang tanggung jawab operator bandar udara.

Pada akhirnya Gan, ketentuan hukum tidak bermaksud untuk mencari siapa yang salah dan benar dalam suatu kecelakaan dan insiden penerbangan. Melainkan untuk menyempurnakan sistem agar transportasi udara dapat berjalain dengan aman dan nyaman.
Tag : Hukum
0 Komentar untuk "Tanggung Jawab Operator Bandar Udara"

Budayakan Komentar dan Saran yang baik :)

Back To Top