Budaya berkendara "Bongah di lampu merah" ala Indonesia


Yudha Sunarta Suir
Fakultas Hukum
Universitas Bung Hatta   

     Para muda mudi era globalisasi kian menunjukkan eksistensinya dengan penggunaan kendaraan bermotor yang tidak dapat dibatasi lagi keberadaanya, pemerintah sendiri tidak mampu mengatasi persoalan jumlah kendaraan bermotor di indonesia. pengendara sepeda motor tak hanya dikendarai oleh muda mudi saja, dari anak kecil hingga orang dewasa telah mampu menunggangi kuda besi ini yang secara ekonomis dapat dimiliki oleh setiap orang apabila melihat dari harga ataupun kredit yang ditawarkan oleh leasing dewasa ini. 

   Pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor yang kian menanjak grafiknya sayang sekali tidak diiringi oleh budaya berkendara yang baik, pengendara sepeda motor kian sering tidak menaati bahkan melanggar rambu rambu lalu lintas atau Trafic Light di jalanan. Pelanggaran yang berdampak fatal adalah ketika berada di Lampu Merah yang sering kali pengendara tidak sabar dan merasa benar "Bongah" hingga menerobos lampu merah, mengabaikan keselamatan diri sendiri bahkan pengendara lain.
 

   Fenomena ini tampak telah menjadi budaya di jalanan bahwa melanggar lalu lintas adalah tindakkan yang biasa, tetapi sering kali pengendara tidak mengerti bahkan tidak mengetahui bahwa mereka dapat dijerat sanski denda hingga kurungan penjara. Pengendara kendaraan bermotor menerobos lampu merah diatur dalam UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan- “UULLAJ”). Sanksi bagi pelanggarnya adalah pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp. 500.000 ribu (Pasal 287 ayat [2] UULLAJ).

    Pengendara yang menerobos Lampu Merah dengan alasan tertentu lebih jauh di kecualikan pada Pasal 4 ayat (1) huruf g Peraturan Kapolri No. 10 Tahun 2012 tentang Pengaturan Lalu Lintas dalam Keadaan Tertentu dan Penggunaan Jalan Selain Untuk Kegiatan Lalu Lintas (“PerKap 10/2012”) menyebutkan bahwa pengaturan lalu lintas dalam keadaan tertentu dilakukan pada saat sistem lalu lintas tidak berfungsi untuk Kelancaran Lalu Lintas yang disebabkan antara lain oleh karena terjadi keadaan darurat seperti kerusuhan massa, demonstrasi, bencana alam, dan kebakaran.

  Kesadaran pengendara kendaraan bermotor akan Hukum yang mengkhawatirkan dapat menimbulkan stigma bahwa penerapan Hukum Indonesia akan pengaturan lalu lintas lemah dan tidak dapat didukung oleh Sumber daya Pengendara yang sering mengabaikan aturan lalu lintas. terdapat pula halnya Pengendara yang sering Menerobos lampu merah dengan berbagai macam dalih. juga halnya pengendara kendaraan bermotor sering kali melakukan tindakkan Offensive di jalanan karena suatu hal yang dirasa benar "Bongah" sehingga bertindak semena mena dengan pengendara lain.

   Berbagai dalih oleh pengendara tersebut diatur pada Pasal 65 ayat (4) PP 43/1993 tentang Prasarana dan Lalu Lintas Jalan; perintah atau larangan yang dinyatakan dengan alat pemberi isyarat lalu lintas tentang isyarat berhenti (lampu merah) tidak diberlakukan pada kendaraan pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan tugas, ambulans mengangkut orang sakit, kendaraan untuk memberi pertolongan pada kecelakaan lalu lintas, kendaraan Kepala Negara atau Pemerintah Asing yang menjadi tamu negara, dan iring-iringan pengantaran jenazah.
  Oleh karena itu, berdasarkan ketentuan-ketentuan yang telah disebutkan di atas, jelas bahwa pengecualian menerobos lampu merah dapat diberikan oleh petugas kepolisian dengan membolehkan para pengguna jalan menerobos lampu merah adalah ketika ada keadaan darurat saja. kesadaran pengendara sepeda motor harus ditingkatkan dengan sosialisasi berkesinambungan oleh Pihak Kepolisian dan Dinas Perhubungan selaku pihak yang bertanggung jawab atas lalu lintas dan prasarana lalu lintas. karena, penerobosan lampu merah oleh pengendara merupakan pelanggaran lalu lintas.



Tag : Hukum, STORY
2 Komentar untuk "Budaya berkendara "Bongah di lampu merah" ala Indonesia"

Wah nambah pengetahuan banget tentang hukum-hukum di blog ini. Thanks gan.

good ! semoga bermanfaat ya gan..

Budayakan Komentar dan Saran yang baik :)

Back To Top