Menutup Aurat dan Bertaubatlah


Assalamualaykum... 
Untuk teman Hilda yang semoga Allah cintai.

    Ada beberapa hal yang perlu kita sampaikan sebagai sesama muslim, khususnya muslimah, tentang menggunakan hijab, yang InsyaaAllah akan kamu kenakan dalam waktu dekat. Sebelumnya, tulisan ini bukan bermaksud menggurui, hanya berbagi ilmu dan semoga menjadi wasilah kamu bisa menutup aurat dengan baik.

     Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang memberi petunjuk kepada siapa saja yang dia kehendaki dan menyesatkan siapapun yang dia kehendaki pula [QS. Az-Zumar (39):23]
Semoga Allah selalu memberi kita petunjuk untuk menjadi hambanya yang taat, karena ketaatan kepada Allah akan menjadikan kita orang yang beruntung. Dan, semoga niat baik kamu untuk menutup aurat bisa dilaksanakan dengan baik, karena sesungguhnya perbuatan-perbuatan baik itu menghapuskan kesalahan-kesalahan [QS.Hud :114]

     Pertama, sebelum kita melakukan amalan apapun, kita terlebih dahulu harus punya “ILMU” supaya punya “MOTIVASI”. Sama halnya seperti kita mau diet misalnya, kita tahu dulu diet itu apa, manfaatnya apa, sehingga kita punya motivasi untuk melakukannya, yaitu untuk mendapatkan manfaat dari hal tersebut.

     Nah, begitu juga dalam beragama. Landasannya adalah ilmu, tentang keutamaannya jika dilakukan dan ancamannya jika tidak dilakukan jika itu sebuah kewajiban (seperti shalat dan menutup aurat) atau ancamannya jika dilakukan jika itu sebuah larangan (seperti syirik, zina, mencuri dll).  

Kita harus sepenuhnya menyadari apa-apa saja yang kita lakukan di dunia ini, pilihan hasilnya hanya ada dua, menjauhkan kita ke neraka dan mendekatkan kita ke surga.

     Mengenai menutup aurat, untuk perintahnya ada didalam Al-Qur`an, yang berarti adalah hukum tertinggi yang wajib kita patuhi selama hidup di dunia sebagai seorang muslim
Perintah menutup aurat itu turun untuk melindungi kita muslimah, dan menjaga laki-laki dari berbuat dosa. Karena, wanita dan laki-laki merupakan fitnah terbesar bagi satu sama lain.

“Aku tidak meninggalkan satu fitnahpun yang paling membahayakan bagi para laki-laki selain fitnah wanita”
[HR. Bukhari dan Muslim]

Kenapa kita harus dijaga? Karena kita perempuan adalah aurat. Coba deh kalau pakaian kita mengundang laki-laki, sepanjang jalan matanya mengikuti kita sampai kita hilang dari pandangan.Kalau berkerudung, digodain “assalamu`alaykum” malah dido`ain keselamatan, hehe.

“Wanita adalah aurat, jika ia keluar, maka setan akan menghiasinya”
[HR. Tirmidzi]

     Ada beberapa perintah jelas yang aku tahu tentang perintah menutup aurat, yaitu dengan menggunakan jilbab pakaiaan yang menutupi seluruh tubuh dan kain kerudung yang djulurkan dari kepala hingga ke dada.
  
1.      An-Nur ayat 31 
“Katakanlah kepada orang laki–laki yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allâh maha mengatahui apa yang mereka perbuat.” Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya… “ 
[QS. An-Nur(24):31]
       2.  Al-Ahzaab ayat 59
     “Wahai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang Mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka !”Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu.dan Allâh adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
    [QS. Al-Ahzaab (33):59]
       3.    Hadits Nabi
    Wahai Asma! Sesungguhnya wanita jika sudah baligh maka tidak boleh nampak dari anggota badannya kecuali ini dan ini (beliau mengisyaratkan ke muka dan telapak tangan).
    [HR. Abu Dawud]

Namun, selain itu ada perintah untuk tidak mengikuti suatu kaum, karena jika kita menyerupainya, maka kita termasuk ke dalam golongan tersebut.

“Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.”

[HR. Muslim dan Abu Dawud]


Oleh karena itu kita tidak boleh berhias seperti orang-orang jahiliyah, agar diperhatikan atau menjadi pusat perhatian.

   




“Dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah dahulu”

    [Qs. Al-Ahzaab : 33]






Perintah ini didukung oleh perilaku wanita di zaman nabi,

“wanita Anshar jika keluar rumah seakan-akan di kepala mereka burung-burung gagak, yakni kerudungnya yang hitam.”
[HR. Abu Dawud]

Nah, sekarang kita masuk ke ancaman jika kewajiban ini ditinggalkan,

  1. Hadits nabi
“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang aku belum melihat mereka sekarang. (Yang pertama,) suatu kaum yang bersama mereka ada cambuk-cambuk seperti ekor sapi yang mereka gunakan untuk mencambuk manusia. (Yang kedua,) para wanita yang berpakaian tapi hakikatnya telanjang, mereka miring lagi membuat orang lain miring. Kepala-kepala mereka seperti punuk unta yang miring.Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan bisa mencium bau wangi surga, padahal wanginya bisa tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian’.”
[HR. al-Imam Muslim no. 5547]

Dalam hadits ini juga dijelaskan bahwa kita tidak boleh hanya menutup aurat seadanya, tapi juga harus dengan pakaian yang logar dan digunakan untuk enghindari pandangan, tidak untuk menarik perhatian lawan jenis.

  2. Jika masih terdapat keraguan dan merasa ada pilihan lain, maka coba kitabaca ayat dibawah  ini, bahwa kita tidak memiliki pilihan lain selain taat kepada Allah.

“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.”
[Qs. Al-Ahzab (33)”36]
Jika masih kuraang yakin dan masih digoda setan karena banyak hal, coba lagi kita baca ini

“Dan barangsiapa BERPALING dari PERINGATAN-Ku, maka sesungguhnya baginya PENGHIDUPAN yang SEMPIT dan akan kami bangkitkan mereka pada hari kiamat dalam keadaan BUTA”
[Qs. Thaahaa (20):124]

  3. Dan, jika masih kurang, ternyata ada hadits yang menyebutkan bahwa jika seorang laki-laki membiarkan anggota keluarganya berbuat kemungkaran, maka haram baginya surga. Berarti, kita mengharamkan surga untuk Ayah kita.

Ada tiga orang yang Allah haramkan masuk surga: pecandu minuman keras, anak durhaka, dan laki-laki yang membiarkan tindak kekejian terjadi di tengah keluarganya.
[HR Ahmad]

      Semoga setelah membaca ini, kita semakin mantap untuk menutup aurat dengan baik. Agar nanti mendapat surga dan dijauhkan dari adzab neraka.Dan semoga kita patuh terhadap perintahnya, karena terkadang bukan ilmu yang tak sampai, tapi niat yang kurang kuat.Semoga hati kita tidak membatu karena bebal terhadap perintahnya.

“Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)?Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah.Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.”
[Qs. Az-zumar (39):22]

     Semoga kita bukan termasuk golongan-golongan yang disebutkan masuk ke dalam neraka, karena ternyata penghuni neraka kebanyakan adalah wanita.

“Neraka diperlihatkan kepadaku. Aku melihat kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita..”
[HR Ahmad]

     Yuk, kita lebih taat pada aturan Allah SWT dibanding taat aturan lalu lintas yang kita paham sekali merah itu berhenti dan hijau itu boleh jalan, karena Allah SWT benar-benar sudah membuat islam ini sempurna sehingga jelaslah semua perkara yang MERAH dan yang HIJAU.

     Yuk, takut dengan neraka jahanam, yang berjuta kali lipat lebih panas dibanding didalam angkot ditengah kemacetan, yang lebih panas ketimbang kesenggol knalpot motor atau kuali panas. Sedikitpun kita tidak akan mampu mencicipinya. Yuk, kita taubat sebelum terlambat, semoga Allah ampuni dosa kita yang telah lalu, dosa kita tidak memperhatikan aurat kita dan menutupinya sesuai syariat islam.

 ‘Hai anak Adam!Sesungguhnya selama engkau berdo’a dan berharap hanya kepada-Ku, niscaya Aku mengampuni dosa-dosa yang telah engkau lakukan dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam !Seandainya dosa-dosamu setinggi langit, kemudian engkau minta ampunan kepada-Ku, niscaya Aku mengampunimu dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam !Jika engkau datang kepadaku dengan membawa dosa-dosa yang hampir memenuhi bumi kemudian engkau bertemu dengan-Ku dalam keadaan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu pun, niscaya Aku datang kepadamu dengan memberikan ampunan sepenuh bumi.”
[HR. Tirmidzi]

  Writer Fadhila Khairani
FKG - Universitas Indonesia
Tag : ISLAM
0 Komentar untuk "Menutup Aurat dan Bertaubatlah"

Budayakan Komentar dan Saran yang baik :)

Back To Top